April 2020 - Kajian Islam Tarakan - Kajian Tarakan

Kajian Islam Tarakan

Kajian Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) Tarakan. Kajian Islam, Kajian Sunnah, Kitab, Fiqih, Tafsir Qur'an oleh Ustadz Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Taman-Taman Surga Kota Tarakan. Informasi dan Dokumentasi Kajian, Pengajian, Ceramah, Tabligh Akbar, Jadwal, Video, Foto, Artikel, Do'a, Buku, Info Pengajian Islam di Masjid Tarakan. Semuanya hanya ada di https://kajian.tarakan.info
@kajiantarakan @tarakandotinfo #kajiantarakan #kajianislamtarakan #kajiansunnahtarakan #kajiankitabtarakan #kajianfiqihtarakan #kajiantafsirtarakan #kajianhadisttarakan #tarakanngaji #tarakanmengaji #masjidtarakan

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustadzah Yati Priyati, Ustadz Jumharuddin dan dr Aisyah Dahlan di TVOne

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustadzah Yati Priyati, Ustadz Jumharuddin dan dr Aisyah Dahlan di TVOne 20200430 - Kajian Islam Tarakan
Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustadzah Yati Priyati, Ustadz Jumharuddin dan dr Aisyah Dahlan Hanya di TVOne

Jangan lewatkan Damai Indonesiaku spesial Ramadhan dengan tema: Akhlak Nabi terhadap anak.

Kamis, 30 April 2020 LIVE jam 15.00 WIB LIVE hanya di tvOne & streaming di linktr.ee/tvonenews.

#DamaiIndonesiakutvOne #diRumahNontontvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
30 April 2020· 

Delapan Perbedaan Antara Tarawih dan Tahajjud

Delapan Perbedaan Antara Tarawih dan Tahajjud
Pertanyaan :Assalamu’alaikum.Mohon izin untuk meminta penjelasan yang lengkap terkait dengan ritual ibadah bukan Ramadhan, khususnya tentang tarawih.
1. Terus terang saya masih agak rancu membedakan antara shalat tarawih dengan shalat malam, qiyamullail dan tahajjud. Apakah semuanya adalah shalat yang sama tetapi dengan penyebutan yang berbeda.
2. Apa saja perbedaan antara shalat tarawih dengan shalat tahajjud?  Apakah shalat tarawih itu sebuah nama untuk shalat tahajjud yang dilakukan pada bulan Ramadhan? Ataukah tarawih itu shalat khusus di luar shalat tahajjud.
Mohon penjelasan dan terima kasih sebelum dan sesudahnya, hanya Allah yang akan membalas kebaikan Pak Ustad.
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Jawaban :
Delapan Perbedaan Antara Tarawih dan Tahajjud - Kajian Islam Tarakan
Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Benar sekali bahwa antara istilah tarawih, tahajjud dan qiyamullail ini seringkali bikin kita pusing. Sebab banyak sekali yang memahaminya dengan rancu dan terbolak-balik. Oleh karena itu mari coba kita bahas pelan-pelan, semoga menjadi terurai dan jelas masing-masing maknanya.

A. Pengertian Qiyamullail

Kita mulai dari pengertian qiyamullail dulu, karena ruang lingkupnya paling luas. Para ulama mengatakan bahwa qiyamullail sebagaimana maknanya secara bahasa : bangun malam, maksudnya adalah semua jenis shalat yang dikerjakan malam hari, khususnya setelah shalat Isya' hingga shalat shubuh.

Sehingga baik shalat tarawih atau pun shalat tahajjud, keduanya termasuk ke dalam qiyamullail. Namun tentu saja antara tarawih dan tahajjud punya banyak sekali perbedaan.

B. Perbedaan Antara Shalat Tarawih dan Tahajjud

Meski sama-sama tercakup dalam agenda qiyamullail, namun umumnya para ulama membedakan antara shalat tarawih dengan tahajjud. Setidaknya ada delapan perbedaan yang bisa kita catat dalam kesempatan ini. Di antara perbedaan-perbedaan itu antara lain :

1. Perbedaan Pertama : Masa Pensyariatan Tarawih

Tarawih belum disyariatkan ketika Rasulullah SAW masih di Mekkah, maka selama di masa  Mekkah tidak dikenal shalat tarawih, karena baru nanti ketika di Madinah setelah hijrah Rasulullah SAW melaksanakannya.

Berbeda dengan shalat tahajjud yang disyariatkan sejak awal mula masa kenabian. Ada yang mengatakan bahwa wahyu kedua yang turun sudah memerintahkan bangun malam dalam arti shalat tahajjud. Intinya, shalat tahajjud sudah dikenal dan disyariatkan sejak masih di masa Mekkah.

Hingga akhir masa kehidupan Nabi SAW, beliau masih terus melakukan shalat tahajjud. Sedangkan shalat tarawih, dengan alasan takut diwajibkan, beliau SAW dan para shahabat tidak lagi melakukannya hingga wafat.

Dari sisi pensyariatannya saja, tarawih dan tahajjud memang sudah berbeda. Maka jangan sampai rancu dalam memahami keduanya.

2. Perbedaan Kedua : Tarawih Nabi SAW Hanya Tiga Kali

Sebagaimana disinggung di atas, kalau kita telurusi hadits-hadits yang shahih, ternyata shalat tarawih di masa Nabi SAW dilakukan hanya tiga kali saja. Shalat itu dilakukan secara berjamaah dan dilakukan di dalam masjid nabawi.

Semakin hari semakin ramai para shahabat yang mengikutinya, hingga kemudian beliau SAW menghentikannya. Sehingga para shahabat pun otomatis juga meninggalkannya. Alasannya karena beliau khawatir bila tarawih diwajibkan dan akan memberatkan.

Tidak ada keterangan yang valid apakah beliau SAW mengerjakannya sendirian di rumah. Yang jelas ketika meninggalkannya, Rasulullah SAW menegaskan alasannya, yaitu karena takut tarawih itu diwajibkan.

Sedangkan shalat tahajjud dilakukan oleh Rasulullah SAW setiap malam, tanpa pernah dihentikan lantaran takut diwajibkan. Maka sepanjang hidupnya pada tiap malam beliau SAW selalu melakukan shalat tahajjud. Tidak peduli apakah di dalam bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan, karena tahajjud khusus buat beliau SAW hukumnya wajib.

3. Perbedaan Ketiga : Tarawih Hanya di Bulan Ramadhan

Para ulama umumnya sepakat bahwa shalat Tarawih itu bukan shalat tahajjud. Hal utama yang membedakan tarawih dengan tahajjud adalah bahwa tarawih ini hanya disyariatkan di bulan Ramadhan saja.

Tidak ada shalat tarawih yang dikerjakan di luar bulan Ramadhan. Di luar bulan Ramadhan, kalau ada shalat yang disunnahkan, hanya shalat tahajjud dan shalat witir. Tahajjud dilakukan oleh Rasulullah SAW setelah beliau tidur malam, sedangkan shalat witir merupakan penutupnya.

Namun ada juga keterangan bahwa shalat witir itu bisa dikerjakan sebelum tidur. Namun namannya tetap shalat witir dan bukan tarawih.

4. Perbedaan Keempat : Tarawih Berjamaah di Masjid

Perbedaan penting antara tarawih dan tahajjud adalah bahwa selama tiga kali Rasulullah SAW dan para shahabat melakukannya, semua dilakukan dengan berjamaah yang amat banyak, bahkan hingga memenuhi masjid nabawi kala itu.

Bahkan salah satu alasan kenapa shalat tarawih saat itu dihentikan juga salah satunya karena jamaahnya semakin banyak. Sehingga Rasulullah SAW khawatir bila hal itu dibiarkan terus menerus, akhirnya akan diwajibkan oleh Allah SWT.

Sedangkan shalat tahajjud, meski hukumnya boleh berjamaah, tetapi dalam kenyataannya Rasulullah SAW lebih sering melakukannya sendirian, tidak mengajak orang-orang untuk ikut di belakang beliau. Kadang beliau mengerjakannya di dalam rumah (kamar Aisyah), kadang beliau lakukan di dalam masjid.

Kalau pun ada shahabat yang ikut jadi makmum, paling-paling satu dua orang saja. Tidak ada catatan bahwa shalat tahajjud yang beliau SAW lakukan diikuti orang satu masjid.

Oleh karena itulah kebanyakan ulama lebih menganjurkan shalat tahajjud dikerjakan sendirian, meski ada juga yang membolehkan untuk dikerjakan berjamaah di masjid.

5. Perbedaan Kelima : Tarawih Sebelum Tidur

Shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabat yang hanya tiga kali itu ternyata dilakukan sesudah shalat isya' dan sebelum tidur malam. Mirip dengan yang semua orang lakukan di masa sekarang ini.

Sedangkan shalat tahajjud dilakukan oleh Rasulullah SAW di akhir malam, setelah beliau SAW selesai beristirahat tidur malam. Tidak ada shalat tahajjud yang dilakukan pada awal malam.

Secara bahasa, kata tahajjud (تهجد) berasal dari kata hujud (هجود). Menariknya, kata tahajjud punya dua arti sekaligus yang berlawanan, begadang dan tidur. Jadi bisa diterjemahkan menjadi begadang, tapi kadang bisa juga diterjemahkan menjadi tidur.

Al-Azhari dalam Lisanul Arab menyatakan bahwa bila kita menyebut Al-Hajid (الهاجد) artinya adalah orang yang tidur. Kata hajada (هجد) bermakna tidur di malam hari (نام بالليل).

Sedangkan kalau kita sebut Al-Mutahajjid (المتهجد) artinya adalah orang yang bangun pada malam hari untuk ibadah. Seolah-olah mutahajjid ini adalah orang yang membuang hujud (tidur) dari dirinya.

Sedangkan secara istilah syariat, di dalam kitab Nihayatul Muhtjd jilid 2 hal. 127 disebutkan bahwa tahajjud adalah :

صَلاَةُ التَّطَوُّعِ فِي اللَّيْل بَعْدَ النَّوْمِ

Shalat tathawwu' pada malam hari setelah bangun dari tidur.

Hal ini dikuatkan dengan hadits dari Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahuanhu :

يَحْسِبُ أَحَدُكُمْ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْل يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ إِنَّمَا التَّهَجُّدُ : الْمَرْءُ يُصَلِّي الصَّلاَةَ بَعْدَ رَقْدَةٍ

Ada seorang diantara kalian yang mengira bila seseorang shalat di malam hari hingga shubuh, dia dikatakan sudah bertahajjud. Padahal tahajjud itu adalah seseorang melakukan shalat setelah bangun dari tidur.

6. Perbedaan Keenam : Rakaat Tarawih Ikhtilaf

Bicara jumlah rakaat tahajjud, kita punya banyak hadits yang menyebutkan bahwa beliau SAW mengerjakannya dengan 11 atau 13 rakaat.

كَانَ رَسُول اللَّهِ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْل ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً

Adalah Rasulullah SAW shalat malam dengan 13 rakaat (HR. Muslim)

Namun ada juga hadits yang menyebutkan bahwa beliau SAW shalat malam tidak lebih dari 11 rakaat, sebagaimana hadits Aisyah radhiyallahuanha berikut ini :

مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Beliau SAW (shalat malam) tidak pernah lebih dari 11 rakaat, baik di dalam bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan (HR. Bukhari)

Tetapi kalau kita bicara tentang jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabat, maka timbul ikhtilaf di tengah lama. Mengapa?

Ternyata memang kita tidak menemukan haditsnya. Sehingga berapa jumlah rakaatnya, tidak pernah disebutkan dalam hadits secara tegas. Kalau ada yang bilang beliau mengerjakan 11 atau 20 rakaat, tentu bukan merupakan fakta dari nash hadits, melainkan sekedar tafsir dan asumsi.

Memang ada segelintir orang yang bilang bahwa beliau tarawih 11 rakaat berdasarkan hadits Aisyah yang shahih. Haditsnya memang shahih, tetapi para ulama umumnya sepakat bahwa hadits itu bukan terkait dengan shalat tarawih, melainkan shalat tahajjud itu sendiri.

Kalau untuk shalat tahajjud, umumnya para ulama sepakat bahwa beliau mengerjakannya 11 rakaat. Tetapi untuk tarawih, tidak ada satu pun dalil tentang jumlahnya di masa Nabi SAW.

Data yang paling valid tentang jumlah rakaat tarawih adalah tarawih yang dilakukan seluruh shahabat sepeninggal Rasulullah SAW di masa kepemimpinan Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu, tepatnya tahun kedua sejak beliau menjadi khalifah.

Seluruh shahat telah berijma' untuk mengerjakan tarawih sebanyak 20 rakaat, tidak ada satupun yang menolaknya. Asumsinya, kalau seluruh shahabat mengerjakan 20 rakaat, pastilah mereka tidak ngasal dan bukan ngarang. Logikanya, pastilah mereka melakukannya persis seperti yang dahulu mereka lakukan di masa Nabi SAW, yaitu sebanyak 20 rakaat.

Tetapi sekali lagi, itu sekedar asumsi, nalar dan logika berpikir, bukan fakta yang sesungguhnya. Meskipun demikian, hampir seluruh ulama sepakat bahwa jumlah rakaat tarawih itu 20 rakaat berdasarkan ijtihad.

7. Perbedaan Ketujuh : Hukum Shalat Tarawih

Meski pernah dihentikan pengerjaannya di masa Nabi SAW, namun para ulama sepakat bahwa penghentian itu bukan berarti pencabutan atas pensyariatannya. Penghentian itu semata karena alasan takut diwajibkan, sehingga ketika beliau SAW wafat, maka kekhawatiran itu tidak lagi beralasan. Sebab tidak ada pensyariatan apapun sepeniggal beliau SAW.

Maka para shahabat menjalankan shalat tarawih ini dengan status hukum sunnah, dan sebagian lagi memberi status sunnah muakkadah.

Berbeda dengan tahajjud, dimana banyak ulama mengatakan bahwa hukumnya wajib buat Rasulullah SAW dan sunnah buat ummatnya. Perhatikan hadits berikut ini :

ثَلاَثٌ هُنَّ عَلَيَّ فَرَائِضَ وَهُنَّ لَكُمْ تَطَوُّع: الوِتْرُ وَالنَّحْرُ وَصَلاَةُ الضُّحَى

Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu' (sunnah), yaitu shalat witir (tahajjud), menyembelih udhiyah dan shalat dhuha. (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

8. Perbedaan Kedelapan : Tarawih Banyak Istirahatnya

Perbedaan yang juga bisa kita catat bahwa shalat tarawih ini banyak istirahatnya, sebagaimana nama yang disematkan kepadanya.

Duduk istirahat di sela-sela rakaat tarawih itu menjadi amat mutlak diperlukan. Karena umumnya jumlah rakaatnya banyak dan bacaannya cukup panjang. Tidak mungkin semua itu dilakukan dengan cara berdiri terus-terusan tanpa jeda istirahat. Apalagi yang ikut shalat ini cukup banyak jumlahnya.

Lain halnya tahajjud yang umumnya Nabi SAW melakukannya sendirian. Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa beliau SAW shalam sampai bengkak kakinya, karena saking lamanya. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau bersitirahat di sela-sela rakaat tahajjud.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Sumber Website : https://www.rumahfiqih.com/konsultasi-2060-delapan-perbedaan-antara-tarawih-dan-tahajjud.html (Tue 30 May 2017 18:00)

Kecemasan, Ketenangan dan Kesabaran

Kecemasan, Ketenangan dan Kesabaran - Qoutes - Kajian Islam Tarakan
Kecemasan, Ketenangan dan Kesabaran
"Kecemasan adalah separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh dari obat, kesabaran adalah awal kesembuhan".
Ibnu Sina (Bapak Kedokteran Dunia Avicenna)

Sumber FB : LDNU Tarakan
28 Maret pukul 22.55 · 

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 30 April 2020

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 30 April 2020 - Kajian Islam Tarakan
Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad Hanya di TVOne

INDAHNYA RAMADHAN
Tema
"Tajamnya Lisan"
Kamis, 30 April 2020
Pukul 03.30 WIB

dan

JELANG BERBUKA
Tema
"Pergunakan Hidupmu Sebelum Datang Matimu"
Kamis, 30 April 2020
Jelang Magrib

bersama
Ustadz Abdul Somad

Dengan tema yang berbeda-beda, setiap hari di bulan Ramadhan hanya di tvOne & streaming klik linktr.ee/tvonenews.

#IndahnyaRamadhantvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
30 April 2020·

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustadz Syafii Antonio, Syekh Ahmad Al Misry dan KH Jujun Junaedi di TVOne

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustadz Syafii Antonio, Syekh Ahmad Al Misry dan KH Jujun Junaedi di TVOne 20200429 - Kajian Islam Tarakan
Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustadz Syafi'i Antonio, Syekh Ahmad Al Misry dan KH Jujun Junaedi di TVOne 20200429

Jangan lewatkan Damai Indonesiaku spesial Ramadhan dengan tema: Jaminan dan peluang rezeki ditengah wabah.

Rabu, 29 April 2020 LIVE jam 15.00 WIB LIVE hanya di tvOne & streaming di linktr.ee/tvonenews.

#DamaiIndonesiakutvOne #diRumahNontontvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
29 April 2020 (53 menit ·)

Kehati-Hatian Mengambil Pendapat Hukum Musik

Kehati-Hatian Mengambil Pendapat Hukum Musik dalam Islam by Habib Geys Bin Abdurrahman Assegaf

Telisik Soal Hukum Musik dalam Islam

Sumber Instagram : @habibgeysofficial (https://www.instagram.com/habibgeysofficial/)

di upload ulang oleh channel Youtube : Tarakan Info (https://www.youtube.com/channel/UCryFul7HqIHLGV4gTmJSMHA)

Website Kajian Tarakan : https://kajian.tarakan.info
Facebook KajianTarakan : https://www.facebook.com/kajiantarakan/
Twitter Kajian Tarakan : https://twitter.com/kajiantarakan
Youtube playlist Kajian Islam : https://www.youtube.com/playlist?list=PLQkBcfA8bVrhAfAoFyFNviaWZmxa0k7kM

#kajian #kajianislam #kajianhabib #kajiansunnah #kajiansunnahtarakan #kajianislamtarakan #kajiantarakan #kajianfiqihtarakan #kajiankitabtarakan #kajianmuslimtarakan #kajianmuslimahtarakan #tarakaninfo #tarakan #tarakaninfo #infotarakan #kotatarakan #tarakankota #kajianustadztarakan #masjidtarakan #tarakan #ngajifiqihtarakan #tarakanmengaji #tarakanngaji #HabibGeysBinAbdurrahmanAssegaf #musik

kajian, kajian islam, kajian sunnah, kajian habib, kajian tarakan, kajian sunnah tarakan, kajian islam tarakan, kajian fiqih tarakan, kajian kitab tarakan, kajian muslim tarakan, kajian muslimah tarakan, kajian ustadz tarakan, kajian habib tarakan, masjid tarakan, tarakan info, kota tarakan, tarakan kota, info tarakan, tarakan, kajian, Habib Geys Bin Abdurrahman Assegaf, Musik

Hakikat Ahlussunnah Wal Jamaah

Apa Sih Hakekatnya Ahlussunnah Wal Jamaah? - Kajian Islam Tarakan
APA SIH HAKIKATNYA AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH ?
Oleh : Habib Jindan bin Novel bin Salim

Ahlussunnah Wal Jamaah, di antara ciri yang terkuat yang mereka punya. Ahlussunnah Wal Jamaah bukan kelompok yang tukang mengkafirkan orang. Ambil ini.

Sebab mengkafirkan orang, sunnahnya siapa? Kamu bilang Ahlussunnah, tapi mengkafirkan orang Islam. Sunnahnya siapa?

Ahlussunnah Wal Jamaah, cirinya bukan tukang mengkafirkan orang lain. Ahlussunnah Wal Jamaah punya ciri: Cinta kepada Nabi, cinta kepada Sahabat, cinta kepada Ahlul Bait. Itu Ahlussunnah.

Ahlussunnah Wal Jamaah, bukan mengklaim membela sahabat tapi mencaci dan membenci keluarganya Nabi Muhammad. Itu bukan Ahlussunnah. Sunnah siapa itu?

Bukan juga atas nama membela, mencintai Ahlul Bait tetapi mencaci sahabatnya Rasulullah SAW. Itu bukan Ahlussunnah Wal Jamaah. Lagian ajaran siapa sih yang mengajarkan kita untuk mengata-ngatain orang? Itu sunnahnya siapa yang ngatain orang? ngatain orang Islam, sunnahnya siapa? Bukan sunnahnya Nabi. Itu sunnahnya Syaitan.

Cirinya Ahlussunnah, bukan tukang caci maki. Sebab, itu bukan sunnahnya Nabi. Itu sunnahnya Iblis, sunnahnya Syaitan.

Ciri Ahlussunnah, bukan tukang mengkafirkan, bukan tukang mencaci, bukan tukang membid'ahkan. Maaf maaf, kita Ahlussunnah bukan tukang membid'ahkan.

Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad pernah nggak mengata-ngatain orang, "Bid'ah, Syirik"? Ada nggak?

Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, muassis pendiri majelis ini, pernah nggak?

Ini orang-orang tua, pernah nggak dengar Habib Ali ngatain orang "Bid'ah, Syirik, Sesat" ada? Nggak pernah.

Begitu juga, adakah Hadits Rasulullah bilang kepada seorang muslim, "Kamu kafir, kamu mubtadi'", ada begitu? Nggak pernah ada.

Sebab, memang misinya Nabi Muhammad dan misi para ulama pengikut sunnahnya Nabi Muhammad, mereka mengislamkan orang, bukan mengkafirkan. Mentauhidkan, bukan mensyirikkan. Mensunnahkan, bukan membid'ahkan. Itu ajaran yang betul.

(Habib Jindan bin Novel bin Salim)

#reposted from ig @ulama.nusantara : https://www.instagram.com/tv/B9eTV3Jp7pX/

Sumber FB : LDNU Tarakan
9 Maret pukul 16.17 ·

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 29 April 2020

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 29 April 2020 - Kajian Islam Tarakan
Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad Hanya di TVOne

INDAHNYA RAMADHAN
Tema
"Keutamaan Waktu Shubuh"
Rabu, 29 April 2020
Pukul 03.30 WIB

dan

JELANG BERBUKA
Tema
"Urgensi Puasa Dalam Mensucikan Jiwa"
Rabu, 29 April 2020
Jelang Magrib

bersama
Ustadz Abdul Somad

Dengan tema yang berbeda-beda, setiap hari di bulan Ramadhan hanya di tvOne & streaming klik linktr.ee/tvonenews.

#IndahnyaRamadhantvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Syekh Muhammad Jaber dan Ustadz Fikri Haikal Mz di TVOne

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Syekh Muhammad Jaber dan Ustadz Fikri Haikal Mz di TVOne 20200428 - Kajian Islam Tarakan
Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Syekh Muhammad Jaber dan Ustadz Fikri Haikal Mz di Hanya di TVOne

Jangan lewatkan Damai Indonesiaku spesial Ramadhan dengan tema: Sebab malas melaksanakan ibadah.

Selasa, 28 April 2020 LIVE jam 15.00 WIB LIVE hanya di tvOne & streaming di linktr.ee/tvonenews.

#DamaiIndonesiakutvOne #diRumahNontontvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
28 April 2020·

Doa Mujarrab Untuk Perbaikan Diri dan Kematian Terbaik

Doa Mujarrab Untuk Perbaikan Diri dan Kematian Terbaik by Habib Geys Bin Abdurrahman Assegaf

DOA MUJARRAB UNTUK PERBAIKAN DIRI DAN KEMATIAN TERBAIK (TVONE)

Karena banyaknya permintaan maka alfaqir post. Silahkan disebarkan. Halal 😀

Doa Mujarrab untuk perbaikan diri dan kematian terbaik.

عن أبي عِمَارةَ الْبراءِ بْنِ عازِبٍ رضي اللَّه عنهما قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا فُلان إذَا أَويْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَقُل : اللَّهمَّ أسْلَمْتُ نفْسي إلَيْكَ ، ووجَّهْتُ وجْهِي إِلَيْكَ ، وفَوَّضْتُ أمري إِلَيْكَ ، وألْجأْتُ ظهْرِي إلَيْكَ . رغْبَة ورهْبةً إلَيْكَ ، لا ملجَأَ ولا منْجى مِنْكَ إلاَّ إلَيْكَ ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذي أنْزَلْتَ، وبنبيِّك الَّذي أرْسلتَ ، فَإِنَّكَ إنْ مِتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مِتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وإنْ أصْبحْتَ أصَبْتَ خيْراً » متفقٌ عليه .

وفي رواية في الصَّحيحين عن الْبرَاء قال : قال لي رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إذَا أتَيْتَ مضجعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ للصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأيْمَنِ وقُلْ : وذَكَر نحْوَه ثُمَّ قَالَ وَاجْعَلْهُنَّ آخرَ ما تَقُولُ » .

Dari Abu ‘Umarah, yaitu Albara’ bin ‘Azib radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Hai Fulan, jikalau engkau bertempat di tempat tidurmu -maksudnya jikalau hendak tidur- maka katakanlah -doa yang artinya: “Ya Allah, saya menyerahkan diriku padaMu, saya menghadapkan mukaku padaMu, saya menyerahkan urusanku padaMu, saya menempatkan punggungku padaMu, karena loba -berharap- akan pahalaMu dan takut siksaMu, tiada tempat bersembunyi dan tiada pula tempat keselamatan kecuali kepadaMu. Saya beriman kepada kitab yang Engkau turunkan serta kepada Nabi yang Engkau rasulkan -utuskan-.” Sesungguhnya engkau -hai Fulan, jikalau engkau mati pada malam harimu itu, maka engkau akan mati menetapi kefithrahan -agama Islam- dan jikalau engkau masih dapat berpagi-pagi, -masih tetap hidup sampai pagi harinya-, maka engkau dapat memperoleh kebaikan.” (Muttafaq ‘alaih).

Disebutkan pula dalam kedua kitab shahih -Bukhari dan Muslim-, dari Albara’, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda kepada-ku: “Jikalau engkau mendatangi tempat pembaringanmu -maksudnya hendak tidur, maka berwudhu’lah sebagaimana berwudhu’mu untuk bershalat, kemudian berbaringlah atas lambung kananmu, kemudian ucapkanlah…….” Lalu diuraikannya sebagaimana yang tertera di atas, selanjutnya pada penutupnya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Jadikanlah ucapan tersebut di atas itu sebagai penghabisan sesuatu yang engkau ucapkan -maksudnya sehabis berdoa di atas, jangan lagi berkata yang lain-lain.”

Sumber Instagram : habibgeysofficial (https://www.instagram.com/habibgeysofficial/)
Sumber FB : Geys Bin Abdurrahman Assegaf (https://www.facebook.com/geysegav)
10 Maret ·

di upload ulang oleh channel Youtube : Tarakan Info (https://www.youtube.com/channel/UCryF...)

Website Kajian Tarakan : https://kajian.tarakan.info
Facebook KajianTarakan : https://www.facebook.com/kajiantarakan/
Twitter Kajian Tarakan : https://twitter.com/kajiantarakan
Youtube playlist Doa : https://www.youtube.com/playlist?list=PLQkBcfA8bVrgGC5t7N3gTRnYBEHRA0HX7

#kajiansunnahtarakan #kajianislamtarakan #kajiantarakan #kajianfiqihtarakan #kajiankitabtarakan #kajianmuslimtarakan #kajianmuslimahtarakan #tarakaninfo #tarakan #tarakaninfo #infotarakan #kotatarakan #tarakankota #kajianustadztarakan #masjidtarakan #tarakan #ngajifiqihtarakan #tarakanmengaji #tarakanngaji #HabibGeysBinAbdurrahmanAssegaf

kajian tarakan, kajian sunnah tarakan, kajian islam tarakan, kajian fiqih tarakan, kajian kitab tarakan, kajian muslim tarakan, kajian muslimah tarakan, kajian ustadz tarakan, kajian habib tarakan, masjid tarakan, tarakan info, kota tarakan, tarakan kota, info tarakan, tarakan, kajian, Habib Geys Bin Abdurrahman Assegaf

Jangan Mau Diatur Keburukan Orang Lain

Jangan Mau Diatur Keburukan Orang Lain - Kajian Islam Tarakan
JANGAN MAU DIATUR KEBURUKAN ORANG LAIN

Saudaraku. Misalkan saudara menghadiri pengajian. Kira-kira mengapa saudara bisa hadir di sana? Nah, boleh jadi disebabkan kebaikan-kebaikan yang telah saudara lakukan. Misalnya pada waktu ke warung, dan saat membayar barang seharga delapan ribu dengan uang sepuluh ribu, saudara berkata, ”Bu, kembaliannya untuk ibu” Lalu dalam hati ibu pemilik warung berdoa, ”Ya Allah, jadikan orang ini termasuk orang yang dekat dengan-Mu."

Jadi, ketika kita duduk di dalam pengajian itu, sebetulnya berseliweran doa-doa orang yang pernah kita lakukan kebaikan padanya. Mungkin bagi kita kebaikan itu tidak ada apa-apanya. Karena amal yang hebat di sisi Allah adalah yang dirasa tidak ada apa-apanya. Kalau kita merasa amal yang kita lakukan hebat, atau butuh diakui orang, maka amal itu justru tidak ada apa-apanya di hadapan Allah.

Ketika berbuat baik Lillaahi ta'ala, sebetulnya di dunia ini kita sudah langsung memperoleh balasannya. Walaupun tidak ada orang yang melihat atau mendoakan, tapi Allah pasti menyaksikan. Kita jangan mengatur Allah. Karena balasan kebaikan yang terpenting adalah rasa nikmat di hati. Ketika kita ikhlas, kita merasa sangat nikmat dalam menolong orang. Sama seperti salat yang disukai Allah, waktu mengerjakannya terasa khusyuk dan nikmat. Atau, terasa begitu nyaman ketika bertobat dengan tobat yang disukai Allah.

Nah, saudaraku. Perbanyaklah kebaikan sekecil apa pun, dan IiIIaahi ta'ala. Ketika kita ada maupun tidak ada, sedang punya maupun kekurangan, buatlah segalanya menjadi kebaikan. Termasuk berbaik sangka dan berbicara yang baik. Allah pasti menyukai. ”Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-Baqarah [2]: 195)

Saat berbuat kebaikan, kita jangan terpengaruh oleh pandangan orang. Ada yang tidak percaya atau menghina, biarkan saja. Itu urusan dia. Meskipun kita sudah membantu dengan segenap tenaga, waktu, perhatian bahkan biaya tapi malah direndahkan, maka tidak apa apa. Kita harus tetap berbuat kebaikan IiIlaahi ta'ala. Kita tidak punya urusan dengan penilaian dan pengakuan makhluk.

Kalau orang melotot kita melotot lagi, orang membeberkan aib kita membeberkan lagi, orang menghina kita menghina lagi, orang pelit kita pelit lagi, lalu untuk apa kita sekolah lama-Iama? Untuk apa tiap malam Jumat ikut pengajian? Kalau kuliah ujungnya hanya bisa meniru kejelekan orang, lebih baik keluar dari kampus. Untuk apa kita menghafal al-Quran kalau keterampilan yang didapat hanya mencontoh keburukan orang?

Saudaraku yang baik. Kita harusnya memiliki pilihan sendiri. Orang melotot, menghina, atau pelit itu pilihan dia, dan dia sendiri yang bakal menanggungnya. Masa kita ikut - ikutan jelek? Pilihan kita adalah dermawan, tidak melotot dan tidak menghina, karena ini yang disukai Allah. Pilihan kita bukan sesuatu yang disukai oleh nafsu.

Jangan mau diatur oleh keburukan orang lain. Kita hanya mau diatur oleh apa yang disukai Allah, yaitu kebaikan. Pilihlah apa yang dicintai Allah saja. Karena yang menentukan semuanya adalah Allah SWT. Ia selalu menyaksikan dan mengawasi.Tidak ada sehalus apa pun yang luput dari pengawasan-Nya.

Mungkin ada yang ragu, "Tapi, dia terus-terusan menghina saya.” Tetap tidak apa-apa. Mengapa kita harus memikirkan dia? Dia bukan siapa-siapa bagi kita. Bukan dia yang menghidupi kita, bukan dia yang memberi pahala dan bukan dia yang menentukan surga atau neraka. Kita tidak perlu membalas atau meniru keburukannya. Kita harus tetap berbuat baik, seperti mendoakannya yang baik. Yang segala-galanya bagi kita adalah Allah.

Atau umpamanya, ”Saya mau baik padanya, tapi dia berdagang di sebelah saya, dan dagangannya sama persis." Meski begitu, tapi wajah saudara harus tetap biasa saja, jangan dibuat-buat berat saat berkata ”sama persis.” Karena berdagang dengan dagangan yang sama dan bersebelahan, bukan berarti rezeki kita tertukar. Allah Yang Maha Melihat dan Maha Teliti tidak mungkin bingung membagikan rezeki.

Atau merasa, ”Tapi gara-gara dia berdagang di sebelah, omset saya berkurang setengah.” Saudaraku, tolong diingat bahwa Allah membagikan rezeki tidak cuma |ewat satu pintu. Mungkin di satu pintu berkurang atau diambil, tapi mungkin dari pintu lain ada yang ditambah. Jangan mengatur Allah. Yang penting kita fokus saja berbuat kebaikan.

Jadi, saudaraku. Tolong dicatat kalau kita tidak boleh diatur oleh keburukan orang lain. Kalau pun ada yang mencibir kita di depan calon mertua, biar saja. Karena Allah menyukai kita tidak membalas mencibir lagi. Kecuali kalau dia mencibirnya pakai bibir kita, maka itu harus tetap diselesaikan dengan cara yang baik. Dari hati terdalam kita harus menginginkan dan mengusahakan kebaikan Semuanya.

Oleh sebab itu, hanya dua hal yang harus kita ingat dalam bergaul. Pertama, harapkan yang baik untuk orang, yaitu berharap orang dekat dengan Allah. Bukan berharap orang menjadi baik kepada kita, karena tidak ada gunanya dan tidak perlu. Misalkan sebagai orangtua, bukan berharap anak berbakti kepada kita. Tapi harapkan anak dekat dengan Allah. Nanti Allah yang akan menggerakkannya berbakti kepada kita.

Atau, sebagai suami berharaplah istri mencintai Allah sepenuh hati, dan istri juga demikian. Bukan berharap suami mencintai istri, atau istri mencintai suami. Karena kalau tidak Iil/aahita'la, kita menjadi mudah sakit hati. Seperti berdoa, "Ya Allah, balikkan hati suami (istri) saya ke sini, jangan salah alamat, ya Allah, ke sini.”Tidak usah memaksakan orang suka kepada kita, dan tidak penting. Yang penting bagi kita, orang mencintai Allah.

Kedua, kita bisa menjadi manfaat untuk orang dalam kebaikan. Maksudnya, bukan kita yang bermanfaat, tapi kita menjadi perantara ataujalan manfaat buat orang lain. Misalnya,"Mudah-mudahan saya bisa menjadi jalan ilmu, hidayah, taufik, atau rezeki.”Kita hanya menjadi jalan atau perantara. Karena kita semua hanyalah makhluk yang tidak punya apa-apa.

Bukan, ”Mudah-mudahan saya bisa memberi ilmu." Kalau menganggap kita yang melakukan atau memberi! berarti kita masih ingin diakui makhluk, dan sombong'

Misalnya kita berkata,”Tuh, kan, baru sekali saya nasihati dia langsung berubah” Padahal bisa jadi hidayah dan taufik dari Allah datang kepada dia melalui cucu tetangganya. Tapi kita yang berlagak keren. Jangan bergaul karena berharap-harap dari orang untuk kepentingan kita.

Nah, saudaraku. Kalau kebaikan kita sudah lillaahi ta'la, kita pun pasti tenang dan bahagia. Insya Allah, pada saatnya pulang kita juga akan selamat. ”Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, Apakah yang telah diturunkan Rabb-mu?' Mereka menjawab, 'Kebaikan.' Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini akan mendapat balasan yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik, dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang-orang Yang bertakwa.” (QS. an-Nahl [16]: 30)

Sumber FB : KH. Abdullah Gymnastiar
10 Maret pukul 22.00 ·

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 28 April 2020

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 28 April 2020 - Kajian Islam Tarakan
Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad Hanya di TVOne

INDAHNYA RAMADHAN
Tema
"Islam Sebagai Pilihan Hidup"
Selasa, 28 April 2020
Pukul 03.30 WIB

dan

JELANG BERBUKA
Tema
"Pergunakan Waktu Sehat dan Lapangmu"
Selasa, 28 April 2020
Jelang Magrib

bersama
Ustadz Abdul Somad

Dengan tema yang berbeda-beda, setiap hari di bulan Ramadhan hanya di tvOne & streaming klik linktr.ee/tvonenews.

#IndahnyaRamadhantvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews

Jadwal Echo Talk Spesial Ramadhan Tentang Hacking : Halal vs Haram 20200502

Jadwal Echo Talk Spesial Ramadhan Tentang Hacking - Halal vs Haram - Kajian Islam Tarakan
Echo Talk Spesial Ramadhan
Diskusi Online via ZOOM

"Hacking: Halal vs Haram"

Ustadz Ahmad Sarwat LC
(Founder Rumah Fiqih Indonesia)

Muhammad Rasyid Sahputra
(Independent Security Reasercher)

Sabtu, 2 Mei 2929
13.00 WIB

RSVP : https://bit.ly/ECHO-TALK

Sumber FB : Ahmad Sarwat
23 April 2020·

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Habib Ahmad Al Kaff, Ustadz Fahmi Salim dan Ustadz Dasad Latif di TVOne

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Habib Ahmad Al Kaff, Ustadz Fahmi Salim dan Ustadz Dasad Latif di TVOne 20200427 - Kajian Islam Tarakan
Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Habib Ahmad Al Kaff, Ustadz Fahmi Salim dan Ustadz Dasad Latif Hanya di TVOne

Jangan lewatkan Damai Indonesiaku spesial Ramadhan dengan tema: Usia Manusia Dalam Ayat Al Quran.

Senin, 27 April 2020 LIVE jam 15.00 WIB LIVE hanya di tvOne & streaming di linktr.ee/tvonenews.

#DamaiIndonesiakutvOne #diRumahNontontvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
27 April 2020·

Bahaya Kebangkitan NU

Bahaya Kebangkitan NU - Kajian Islam Tarakan
BAHAYA DARI KEBANGKITAN NU

Membahas NU memang tak pernah menjenuhkan. Ormas Islam moderat terbesar didunia ini (bahkan diakhirat) hobinya mengoleksi bid'ah berupa bid'ah hasanah jadi mengandung pahala dan layak untuk dipertahankan. Dari bid'ah yasinan, tahlilan, maulidan hingga shalawatan. Akhirnya banyak orang terpesona dan termehek-mehek dengan bid'ahnya NU ini.

Tapi jangan salah, meskipun pemecah rekor pengoleksi bid'ah terbanyak hasil pooling versi salafi, bid'ah-bid'ahnya NU ini banyak yang suka bahkan mereka yang sudah terserang bid'ah NU yang disebut bid'ah mania, paling banyak diminati. Mulai dari kampung-kampung pedesaan hingga masyarakat metropolis. Tak heran jika bid'ahnya NU ini efeknya bikin adem, tak suka rusuh dan dan tak hobi berbuat keributan.

Bagaimana tidak adem, dimana-mana pengajian, dimana-mana majelis shalawatan dan dimana-mana dapat berkat. Bahkan ahli kuburpun ikut senang. Dengan jurus andalan surat alfatihah, mereka semua dapat kiriman pahala. Hebat kan? Jika ada yang tidak percaya dan ada yang butuh kiriman pahala, silahkan hubungi saya dan orang-orang NU di sekitar anda.

Orang NU itu hebat-hebat walaupun tak pernah merasa paling hebat. Bagaimana tidak hebat, mulai dari tukang macul, tukang sayur, ahli hisab (perokok), ahli rukyat (bukan perokok), kaum sarungan, pengusaha, intelektual, profesor, doktor, kiai, habaib dan ulama kumpul semua di NU. Jadi NU serba ada, produk lokal, aman tanpa efek samping, murah meriah dan adem ayem tanpa diskriminasi.

Orang NU itu selalu moderat, tidak suka virus radikal dan bakteri ekstrim. Itulah mengapa banyak orang yang ngantri ke NU, dari pelosok desa hingga manca negara. Tidak suka teriak tapir (eh kafir) kepada sesama umat beragama. Jika ada yang nuduh musyrik dan bid'ah, cukup dengan jurus talqin dan alfatihah, kaum yang sok anti bid'ah pasti langsung kepanasan, kelojotan dan kejang-kejang.

Uniknya, orang NU sangat cinta tanah air. Orang NU siap mati untuk membela NKRI karena membela tanah air bagian dari iman. Orang NU sangat sadar kalau tanah air dan negara adalah instrumen penting untuk menjalankan agama. Tanpa modal tanah air, bagaimana bisa menjalankan perintah agama? Walau tidak ada dalilnya cinta tanah air kata tetangga sebelah (khilafer) tapi orang NU tak pernah ragu untuk membela tanah air. Dengan jurus hubbul wathan minal iman, para khilafer dijamin langsung klepek-klepek mabuk sempoyongan tidak karuan.

Walau Hebat, orang NU selalu hormat kepada gurunya. Uluk salam, cium tangan kiai, kirim doa dan menziarahi. Karena bagi orang NU, membela Islam tak harus selalu teriak-teriak tidak tidak jelas tapi mengajarkan akhlak dan kemuliaan. Tanpa akhlak dan kelembutan, Islam bak makhluk yang menyeramkan, angker dan menakutkan.

Itulah asyiknya di NU. Tidak kaku dan tidak tegang karena NU bukan sumbu kompor dan bukan sumbu petasan yang cepat meledak membisingkan. Jika tetangga sebelah ngajak ribut maka cukup dibalas dengan guyonan, jika ada yang membuat gaduh cukup hanya dengan jurus andalan "gitu aja kok repot".

Hanya orang NU yang hobi ziarah dan begadang kemakam-makam siang dan malam agar ahli kubur senang dido'akan dan yang ziarah mendapat pelajaran dari kematian. Karena hobi ziarah, kaum NU pun dituduh habis-habisan sebagai penyembah kuburan. Tapi orang NU tak kalah cerdas dan brilian, kaum ahli ziarahpun diberi gelar kehormatan oleh NU yaitu Sarjana Kuburan (Sarkub). Sebuah gelar istimewa tiada duanya yang tidak akan dapat dicari dikampus bonafit dan terkenal dimanapun. Yang saya tahu, salah satu titel yang diperoleh oleh Sarjana Kuburan yaitu S. Ag, singkatan dari Sarjana Alam gaib.

Itulah sekelumit bid'ah-bid'ah orang NU yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai, bid'ah-bid'ah ini akan menyebar keseantero dunia. Bahayanya, kalau bid'ah-bid'ah ini sudah tersebar semakin luas maka masa depan salafer, wahaber dan khilafer semakin memprihatinkan dan akhirnya buyar tidak karuan. Jika sudah buyar, kita tidak akan mendengar lagi jurus-jurusnya yaitu ente kafir, musyrik, ahli bid'ah dan ahli neraka.

Karena dunia sudah sangat memprihatinkan akibat ulah kelompok radikal, akhirnya orang NU mengeluarkan bid'ah terbaru (bid'ah update) yaitu bid'ah zaman now berupa vaksin "Islam Nusantara". Dengan vaksin ini, dijamin khilafer akan tobat dan wahaber akan tiarap. Mau divaksin dengan vaksin "Islam Nusantara"? Silahkan datangi kiai-kiai NU, habib NU dan ulama NU. Dengan vaksin ini, atas izin Allah yang mulanya galak akan menjadi moderat.

Sumber FB : LDNU Tarakan
10 Maret 2020 pukul 17.04 · 

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 27 April 2020

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 27 April 2020 - Kajian Islam Tarakan
Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad Hanya di TVOne

INDAHNYA RAMADHAN
Tema
Menjaga Kehormatan dan Harga Diri
Senin, 27 April 2020
Pukul 03.30 WIB

dan

JELANG BERBUKA
Tema
Jika Suatu Negeri Terjangkit Wabah
Senin, 27 April 2020
Jelang Magrib

bersama
Ustadz Abdul Somad

Dengan tema yang berbeda-beda, setiap hari di bulan Ramadhan hanya di tvOne & streaming klik linktr.ee/tvonenews.

#IndahnyaRamadhantvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews

Kajian Online Kitab Tadzkiratussami Setiap Bada Shubuh Ramadhan

Kajian Online Kitab Tadzkiratussami Setiap Bada Shubuh Ramadhan - Kajian Islam Tarakan
Kajian Online (live streaming)
- Via Facebook 
  Subulana Bontang Kaltim
  Ahmad Syahrin Thoriq
- Via Zoom
  NH : 08125889791

Kitab Tadzkiratussami' 
Karya Al Imam Badruddin Ibnu Jama'ah
Bersama Abina, KH. Ahmad Syahrin Thoriq, LC

Setiap Bada Shubuh Ramadhan
Sampai Waktu Syuruq

Sumber FB : Ahmad Syahrin Thoriq
25 April 2020·

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustad Abdul Syukur dan Ustad Sholeh Mahmud di TVOne 20200426

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustad Abdul Syukur dan Ustad Sholeh Mahmud di TVOne 20200426 - Kajian Islam Tarakan
Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Ustad Abdul Syukur dan Ustad Sholeh Mahmud di TVOne

Jangan lewatkan Damai Indonesiaku spesial Ramadhan dengan tema: Prasangka Hamba Kepada Allah.

Ahad, 26 April 2020 LIVE jam 15.00 WIB LIVE hanya di tvOne & streaming di linktr.ee/tvonenews.

#DamaiIndonesiakutvOne #diRumahNontontvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
26 April 2020·

Bolehkah Hutang Puasa Diganti Dengan Memberi Makan Fakir Miskin?

Bolehkah Hutang Puasa Diganti Dengan Memberi Makan Fakir Miskin?
 
Pertanyaan :Assalamu 'alaikum wr. wb.
Apa kabar ustadz, mohon Izin bertanya.
Ada yang bilang bahwa demi membantu orang miskin saat ada wabah, maka kita beri makan mereka sebagai pengganti hutang-hutang puasa kita.
Apakah seperti itu dibenarkan? Mohon penjelasannya dan terima kasih.
Wassalam

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ketika seseorang meninggalkan kewajiban ibadah puasa, maka ada konsekuensi yang harus ia kerjakan. Konskuensi itu merupakan resiko yang harus ditanggung karena meninggalkan kewajiban puasa yang telah ditetapkan.

Adapun cara menggantinya ada dua macam, yaitu pertama adalah qadha‘ atau dengan mengganti berpuasa juga di hari lain. Yang kedua adalah dengan cara membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin.

Namun antara keduanya ini sifatnya bukan pilihan suka-suka. Masing-masing bentuk itu harus dikerjakan sesuai dengan alasan mengapa ia tidak berpuasa.

Kalau karena sakit atau musafir, maka tidak boleh menggantinya hanya dengan memberi makan fakir miskin. Sebab Al-Quran dengan tegas telah mengatur bahwa orang sakit dan musafir itu harus dengan cara berpuasa qadha' di hari lain.

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, (boleh tidak puasa), namun wajib menggantinya  pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah : 184)

Sedangkan mengganti dengan cara membayar fidyah itu hanya apabila seseorang divonis tidak mampu berpuasa. Sebagaimana sambungan ayat di atas :

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah : 184)

Terjemahan ayat di atas itu menggunakan diksi : berat menjalankannya. Dan bisa juga diartikan tidak mampu atau tidak kuat untuk berpuasa.

Sebenarnya orang sakit dan orang musafir pun juga berat menjalankannya, bukan?

Lalu apa bedanya?

Bedanya bahwa yang dimaksud dengan berat menjalankannya itu sifatnya terus menerus, abadi dan untuk selamanya. Sedangkan orang sakit itu sifatnya hanya sementara. Begitu sudah selesai dari sakit, maka sudah tidak berat lagi, bukan?

Maka dia wajib menggantinya dengan cara berpuasa, bukan dengan sekedar membayar fidyah.

Begitu juga orang musafir, pada saat dia lagi safar memang terasa berat berpuasa. Tapi kalau sudah sampai di rumah, maka sudah tidak berat lagi. Maka dia pun juga wajib mengganti puasa dengan berpuasa di hari lain, bukan dengan membayar fidyah.

Terus yang boleh bayar fidyah saja itu yang bagaimana?

Membayar fidyah itu khusus hanya bagi mereka yang merasa berat untuk seterusnya seumur hidupnya. Bukan hanya untuk sementara waktu.

Lalu siapakah mereka? Siapakah yang dimaksud dengan orang yang berat atau tidak mampu berpuasa terus menerus?

1. Orang Sudah Meninggal Tapi Masih Punya Hutang Puasa

Bila seseorang meninggal dunia dengan membawa hutang puasa, maka tidak mungkin baginya untuk berpuasa.

Kenapa demikian?

Karena boleh jadi sebelum wafat dia mengalami sakit yang tidak sembuh-sembuh juga sampai akhir hayatnya.

Namun bila sakitnya cuma sementara saja, misalnya selama Ramadhan dia sakit, oke lah dia boleh tidak puasa. Tapi kalau nanti sembuh, barulah dia ganti puasanya.

Jadi selama masih ada harapan sembuh, maka belum boleh bayar fidyah dulu. Bayar fidyahnya nanti kalau sampai akhir hayatnya ternyata tidak sembuh-sembuh juga.

Secara logika, dia berhutang puasa. Namun untuk mengganti dengan cara berpuasa di hari lain pun tidak bisa, sebab dia masih sakit terus. Sampai akhirnya dia menutup mata.

Barulah pada saat itu ditetapkan bahwa semua hutang puasanya itu kudu dibayarkan dengan cara mengeluarkan fidyah kepada fakir miskin.

Dasarnya adalah firman Allah SWT :

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (QS. Al-Hajj : 78)

Sedangkan orang sakit yang masih ada harapan sembuh, maka dia harus membayar hutang puasanya itu dengan puasa qadha’ di hari lain.

2. Orang Tua Renta

Contoh lain orang yang dibolehkan mengganti hutang puasa dengan membayar fidyah adalah orang tua renta atau orang sudah sangat lemah dan fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk mengerjakan ibadah puasa.

Untuk puasa Ramadhan saja dia sudah tidak kuat, tentu untuk menggantinya juga pasti tidak kuat juga. Disitulah dia mengganti puasa dengan membayar fidyah.

Dasarnya adalah firman Allah SWT :

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan keluasannya. (QS. Al-Baqarah : 286)

عَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ t قَالَ: رُخِّصَ لِلشَّيْخِ اَلْكَبِيرِ أَنْ يُفْطِرَ وَيُطْعِمَ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا وَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu berkata, ”Telah diberikan keringanan buat orang tua renta untuk berbuka puasa, namun dia wajib memberi makan untuk tiap hari yang ditinggalkannya satu orang miskin, tanpa harus membayar qadha’. (HR. Ad-Daruquthny dan Al-Hakim)

Wallahua'lm bishsawab, wassalamu 'alaikum wr. wb.

Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Sumber Website : https://www.rumahfiqih.com/konsultasi-2314-bolehkah-hutang-puasa-diganti-dengan-memberi-makan-fakir-miskin.html (Mon 20 April 2020 08:39)

Dikabulkannya Setiap Doa Saat Umroh

Dikabulkannya Setiap Doa Saat Umroh - Qoutes - Kajian Islam Tarakan
Dikabulkannya Setiap Doa Saat Umroh

“Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu Majah)

Sumber FB : KH. Abdullah Gymnastiar
24 November 2018 pukul 19.34 ·

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 26 April 2020

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 26 April 2020 - Kajian Islam Tarakan
Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad Hanya di TVOne

INDAHNYA RAMADHAN
Tema
Penciptaan Manusia
Minggu, 26 April 2020
Pukul 03.30 WIB

dan

JELANG BERBUKA
Tema
Islam dan Menjaga Persatuan
Minggu, 26 April 2020
Jelang Magrib

bersama
Ustadz Abdul Somad

Dengan tema yang berbeda-beda, setiap hari di bulan Ramadhan hanya di tvOne & streaming klik linktr.ee/tvonenews.

#IndahnyaRamadhantvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Syekh Ali Jaber dan Ustadz Taufqurrahman di TVOne 20200425

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Syekh Ali Jaber dan Ustadz Taufqurrahman di TVOne 20200425 - Kajian Islam Tarakan
Saksikanlah Damai Indonesiaku 20200425 Bersama Syekh Ali Jaber dan Ustadz Taufqurrahman Hanya di TVOne

Jangan lewatkan Damai Indonesiaku spesial Ramadhan dengan tema: Amalan Di Ramadhan Saat Wabah Melanda.

Sabtu, 25 April 2020 LIVE jam 15.00 WIB LIVE hanya di tvOne & streaming di linktr.ee/tvonenews.

#DamaiIndonesiakutvOne #diRumahNontontvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
25 April 2020·

Kebetulan Suami Istri Tidak Puasa Karena Musafir, Kalau Jima Apa Tetap Kena Kaffarat?

Kebetulan Suami Istri Tidak Puasa Karena Musafir, Kalau Jima Apa Tetap Kena Kaffarat?

Pertanyaan :
Assalamualaikum.wr.wb.
Mau tanya.. Apakah kita wajib membayar kaffarat ketika melakukan hubungan intim dengan pasangan di bulan Ramadhan. Dengan catatan bahwa keduanya sedang tidak melakukan puasa, misalnya karena dalam keadaan musafir ke luar kota. Mohon jawaban.
Wassalam

Jawaban :
Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah ini menjadi perbedaan para ulama. Namun mazhab Asy-syafi'iyah dalam hal ini menyebutkan bahwa kaffarah itu adalah denda yang diakibatkan adanya unsur merusak puasa di siang hari bulan Ramadhan. Kalau unsur merusak puasa itu tidak terjadi, maka kaffarah pun tidak wajib dilakukan.

An-Nawawi (w. 676 H) salah satu ulama besar dalam mazhab Asy-syafi'iyah di dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab menuliskan sebagai berikut :

إذا أبطل الصوم بالأكل أو غيره صار خارجا منه فلو جامع بعده في هذا اليوم لا كفارة عليه ...والكفارة إنما تجب على من أفسد الصوم بالجماع وهذا لم يفسد بجماعه صوما

Bila seseorang membatalkan puasanya dengan makan atau cara lainnya, jadilah dia tidak puasa. Bila setelah batal itu dia berjima' di siang hari, tidak ada kewajiban kaffarah atasnya.. Kaffarah itu diwajibkan karena adanya perusakan puasa dengan jima'. Dalam kasus ini jima' yang dilakukan tidak merusak puasa. [1]

Namun bila seseorang tanpa udzur yang syar'i merusak puasanya, misalnya dengan makan dan minum secara sengaja, maka tentu saja dia berdosa.

Sebaliknya bila seseorang di siang hari bulan Ramadhan mengalami sakit atau musafir, maka dia boleh tidak berpuasa. Karena udzur ini memang disebutkan secara terang di dalam Al-Quran. Kalau pada saat dia tidak berpuasa itu kemudian dia melakukan hubungan suami istri, maka hal itu tidak membatalkan puasa, karena posisinya memang sedang tidak puasa. Dia tetap wajib mengganti puasanya nanti seusai Ramadhan berakhir, namun tidak ada kewajiban membayar kaffarah.

Nanti ada mazhab lain yang punya pandangan agak berbeda, dimana mereka mengatakan bahwa kaffarah itu terjadi bukan karena merusak puasa, melainkan karena merusak kehormatan bulan Ramadhan. Sehingga meski keduanya tidak berpuasa, tetap saja dilarang untuk melakukan jima' dan terkena kaffarah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 297

Sumber Website : https://www.rumahfiqih.com/konsultasi-2255-kebetulan-suami-istri-tidak-puasa-karena-musafir-kalau-jima-apa-tetap-kena-kaffarat.html (Sat 27 June 2015 13:46)

Berbaik Sangka Terhadap Allah

Berbaik Sangka Terhadap Allah - Qoutes - Kajian Islam Tarakan
Berbaik Sangka Terhadap Allah

Yakinlah, ujian yang Allah berikan pasti sesuai dengan kemampuan kita untuk menghadapainya. Maka, taat dan berhusnuzhan saja kepada Allah. Tidaklah Allah menciptakan kesulitan hidup, kecuali agar kita semakin baik.

Aa Gym

Sumber FB : KH. Abdullah Gymnastiar
24 November 2018 pukul 13.56 ·

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 25 April 2020

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 25 April 2020 - Kajian Islam Tarakan
Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad Hanya di TVOne

INDAHNYA RAMADHAN
Tema
Menggapai Puasa Ramadhan Yang Sempurna
Sabtu, 25 April 2020
Pukul 03.30 WIB

dan

JELANG BERBUKA
Tema
Orang Yang Paling Berbahagia Dengan Syafaat Rasulullah
Sabtu, 25 April 2020
Jelang Magrib
bersama
Ustadz Abdul Somad

Dengan tema yang berbeda-beda, setiap  hari di bulan Ramadhan hanya di tvOne & streaming klik linktr.ee/tvonenews.

#IndahnyaRamadhantvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Abah Roudh Bahar dan Ustadz Amir Faishol di TVOne 20200424

Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Abah Roudh Bahar dan Ustadz Amir Faishol di TVOne 20200424 - Kajian Islam Tarakan
Saksikanlah Damai Indonesiaku Bersama Abah Roudh Bahar dan Ustadz Amir Faishol Hanya di TVOne

Jangan lewatkan Damai Indonesiaku spesial Ramadhan dengan tema: Cahaya Ramadhan Dalam Duka.

Jumat, 24 April 2020 LIVE jam 15.00 WIB LIVE hanya di tvOne & streaming di linktr.ee/tvonenews.

#DamaiIndonesiakutvOne #diRumahNontontvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews
24 April 2020·

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 24 April 2020

Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad di TVOne 24 April 2020 - Kajian Islam Tarakan 
Saksikan Indahnya Ramadhan dan Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad Hanya di TVOne

INDAHNYA RAMADHAN
Tema
Syarat Sah Puasa
Jumat, 24 April 2020
Pukul 03.30 WIB

dan

JELANG BERBUKA
Tema
IslamRahmatan Lil'alamin
Jumat, 24 April 2020
Jelang Magrib
bersama
Ustadz Abdul Somad

Dengan tema yang berbeda-beda, setiap  hari di bulan Ramadhan hanya di tvOne & streaming klik linktr.ee/tvonenews.

#IndahnyaRamadhantvOne #RamadhanditvOne

Sumber FB : tvOneNews

Perbanyak Shalawat di Hari Jumat

Perbanyak Sholawat di Hari Jumat - Qoutes - Kajian Islam Tarakan
Perbanyak Shalawat di Hari Jumat

“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan kepadaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)

Sumber FB : KH. Abdullah Gymnastiar
23 November 2018 pukul 10.54 ·

Diskusi Interaktif Online Ramadhan (DIOR) Rumah Fiqih Indonesia

Diskusi Interaktif Online Ramadhan (DIOR) Rumah Fiqih Indonesia - Kajian Islam
Diskusi Interaktif Online Ramadhan (DIOR)
Rumah Fiqih Indonesia

Masuk Ramadhan 1441 H yang terpapar badai covid 19 ini, kita semua mengeluh panjang. Hampir semua agenda kajian Ramadhan baik di masjid atau pun perkantoran terpaksa dibatalkan.

Hari-hari yang seharusnya kita bisa semakin menambah bekal iman, ilmu agama dan wawasan syariah, lenyap dan musnah.

Bukan hanya kita yang ingin belajar agama, bahkan para ustadz dan nara sumber berbagai kajian pun tiba-tiba kehilangan jadwal rutin hariannya.

Namun di balik semua kisah haru ini, ternyata ada banyak hikmah yang terpendam. Hari-hari ini hikmah itu mulai bermunculan satu per satu.

Memang badai ini tidak akan berlalu hanya dengan berkeluh kesah, apalagi hanya dengan saling tuding menyalahkan orang.

Tiba-tiba ada solusi jitu, orang mulai mengenal teleconverence dengan berbagai platformnya. Ada zoom, google meet, webex dan lainnya. Rupanya teknologinya sudah ada sejak lama, hanya saja selama ini kita kurang menyadari, mungkin karena kemarin kita belum terlalu membutuhkan.

Maka jadwal agenda kajian kembali padat. Para pengurus dan panitia mengubah format kajian, tidak lagi mengumpukan jamaah di satu titik, namun kajian dilakukan secara online, virtual, bahkan punya nilai lebih, yaitu interaktif.

Saya pun bersama para ustadz di Rumah Fiqih Indonesia tidak ketinggalan. Kita buka kesempatan untuk mengaji secara online, lewat paket Diskusi Interaktif Online Ramadhan 1441 H bersama Rumah Fiqih Indonesia.

Ada 90 item kajian yang sudah dijadwalkan dengan beberapa ustadz nara sumber. Akan kita lounching agenda ini nanti malam, malam Kamis. Jadwalnya ada disini :

rumahfiqih.com/ramadhan.php

Semoga menjadi berkah.
(Ahmad Sarwat, Lc., MA)

Sumber FB : Aini Aryani
23 April pukul 22.54 ·


JADWAL DISKUSI INTERAKTIF OLINE RAMADHAN (DIOR) - RFI

Jumat, 1 Ramadhan 1441 H / 24-April-2020
05:00 - 05:30:00
Antara Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf
Hanif Luthfi, Lc., MA
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan) All About Niat
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
Klasifikasi Shalat Sunnah
Muhammad Ajib, Lc., MA

Sabtu, 2 Ramadhan 1441 H / 25-April-2020
05:00 - 06:00:00
Praktik Shalat dari Takbir-salam #1
Muhammad Aqil Haidar, Lc
09:00 - 10:00:10
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan) Sejarah Tarawih
Ahmad Zarkasih, Lc

Ahad, 3 Ramadhan 1441 H / 26-April-2020
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan) Imsak Sebenarnya Kapan??
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
#01 Penyebab Perbedaan Pendapat Ulama Mazhab
Teuku Khairul Fazli, Lc
16:30 - 17:30:00
Ushul FIqih 1: Mengenal Ilmu Ushul Fiqih
Isnan Ansory, Lc, MA
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #1: 10 Penyimpangan Waris di Indonesia
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Senin, 4 Ramadhan 1441 H / 27-April-2020
05:00 - 05:30:00
Zakat Hewan Ternak
Hanif Luthfi, Lc., MA
13:00 - 14:00:00
Shalat Qiyamullail
Muhammad Ajib, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam (Surat Al Fatihah)
Firman Arifandi, Lc., MA
21:00 - 22:00:00
Muamalah Series #1: Pengantar Fiqih Muamalah
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Selasa, 5 Ramadhan 1441 H / 28-April-2020
05:00 - 06:00:00
Praktik Shalat dari Takbir-salam #2
Muhammad Aqil Haidar, Lc
06:00 - 07:00:00
Konsep Makanan Haram Dalam Syariat
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Rabu, 6 Ramadhan 1441 H / 29-April-2020
05:00 - 06:00:00
Baca Kitab Muqaddimah Hadhramiyah Bab Puasa #1
Galih Maulana, Lc
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan) Allahumma Laka Shumtu Dst ...
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
#02 Penyebab Perbedaan Pendapat Ulama Mazhab
Teuku Khairul Fazli, Lc
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #2: Memahami Perbedaan Waris - Wasiat - Hibah
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Kamis, 7 Ramadhan 1441 H / 30-April-2020
00:00 - 17:00:00
Fikih Zakat (Kitab Kifayah al-Akhyar)
Luky Nugroho, Lc
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #1
Sutomo Abu Nashr, Lc
12:00 - 06:00:00
Zakat Hasil Pertanian
Hanif Luthfi, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA

Jumat, 8 Ramadhan 1441 H / 1-May-2020
05:00 - 06:00:00
Baca Kitab Muqaddimah Hadhramiyah Bab Puasa #2
Galih Maulana, Lc
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha 2
Sutomo Abu Nashr, Lc
13:00 - 14:00:00
Shalat Rawatib
Muhammad Ajib, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam (Sihir Menurut Syariat)
Firman Arifandi, Lc., MA

Sabtu, 9 Ramadhan 1441 H / 2-May-2020
00:00 - 17:00:00
Fikih Zakat #2 (Kitab Kifayah al-Akhyar)
Luky Nugroho, Lc
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #3
Sutomo Abu Nashr, Lc
09:00 - 13:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
#03 Penyebab Perbedaan Pendapat Ulama Mazhab
Teuku Khairul Fazli, Lc

Ahad, 10 Ramadhan 1441 H / 3-May-2020
05:00 - 05:30:00
Zakat Emas dan Perak
Hanif Luthfi, Lc., MA
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #4
Sutomo Abu Nashr, Lc
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 2: Hukum-hukum Syariah
Isnan Ansory, Lc, MA
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #3: Pewaris: Ketentuan dan Kewajibannya
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Senin, 11 Ramadhan 1441 H / 4-May-2020
13:00 - 11:30:00
Fiqih Wanita Seputar Ramadhan
Aini Aryani, Lc
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam (Nasakh Dalam Quran)
Firman Arifandi, Lc., MA
21:00 - 22:00:00
Muamalah Series #2: Maisir dan Gharar dalam Muamalah Modern
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Selasa, 12 Ramadhan 1441 H / 5-May-2020
09:00 - 10:00:00
Baperan
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
#01 Sang Pembaharu Abad 2 Hijriyah
Teuku Khairul Fazli, Lc
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 3: Dalil Syariah Disepakati 1 (al-Qur`an Sunnah) )
Isnan Ansory, Lc, MA

Rabu, 13 Ramadhan 1441 H / 6-May-2020
05:00 - 07:00:00
Baca Kitab Muqaddimah Hadhramiyah Bab Puasa #3
Galih Maulana, Lc
05:00 - 05:30:00
Zakat Barang Perniagaan
Hanif Luthfi, Lc., MA
13:00 - 14:00:00
Perbedaan Antara Shalat Dhuha Isyraq & Awwabin
Muhammad Ajib, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #4: Orang-orang yang Berhak Mendapat Warisan (Ahli Waris)
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Kamis, 14 Ramadhan 1441 H / 7-May-2020
00:00 - 17:00:00
Fikih Zakat #3 (Kitab Kifayah al-Akhyar)
Luky Nugroho, Lc
05:00 - 06:00:00
Praktik Shalat dari Takbir-salam #3
Muhammad Aqil Haidar, Lc
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #5
Sutomo Abu Nashr, Lc
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc

Jumat, 15 Ramadhan 1441 H / 8-May-2020
05:00 - 06:00:00
Baca Kitab Muqaddimah Hadhramiyah Bab Puasa #4
Galih Maulana, Lc
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #6
Sutomo Abu Nashr, Lc
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
Shalat Sunnah Wudhu & Tahiyatul Masjid
Muhammad Ajib, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA

Sabtu, 16 Ramadhan 1441 H / 9-May-2020
00:00 - 17:00:00
Fikih Zakat #4 (Kitab Kifayah al-Akhyar)
Luky Nugroho, Lc
05:00 - 05:30:00
Menghitung Zakat Profesi
Hanif Luthfi, Lc., MA
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #7
Sutomo Abu Nashr, Lc
13:00 - 14:00:00
#02 Sang Pembaharu Abad 2 Hijriyah
Teuku Khairul Fazli, Lc
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 4: Dalil Syariah Disepakati 2 (Ijma` Qiyas)
Isnan Ansory, Lc, MA

Ahad, 17 Ramadhan 1441 H / 10-May-2020
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #8
Sutomo Abu Nashr, Lc
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 5: Dalil Diperselisihkan (1)
Isnan Ansory, Lc, MA
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #5: Harta Warisan: Syarat dan Ketentuannya
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Senin, 18 Ramadhan 1441 H / 11-May-2020
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #9
Sutomo Abu Nashr, Lc
13:00 - 14:00:00
Shalat Tasbih
Muhammad Ajib, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA
21:00 - 22:00:00
Muamalah Series #3: Riba dalam Konteks Muamalah Modern
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Selasa, 19 Ramadhan 1441 H / 12-May-2020
05:00 - 05:30:00
Fakir-Miskin
Hanif Luthfi, Lc., MA
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
#03 Sang Pembaharu Abad 2 Hijriyah
Teuku Khairul Fazli, Lc
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 6: Dalil Diperselisihkan (2)
Isnan Ansory, Lc, MA

Rabu, 20 Ramadhan 1441 H / 13-May-2020
05:00 - 06:00:00
Baca Kitab Muqaddimah Hadhramiyah Bab Puasa #5
Galih Maulana, Lc
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan) Menyentuh Yang Membatalkan
Ahmad Zarkasih, Lc
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #6: Mengenal Konsep Hijab dalam Ilmu Waris
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Kamis, 21 Ramadhan 1441 H / 14-May-2020
00:00 - 17:00:00
Fikih Zakat #5 (Kitab Kifayah al-Akhyar)
Luky Nugroho, Lc
05:00 - 06:00:00
Praktik Shalat dari Takbir-salam #4
Muhammad Aqil Haidar, Lc
06:00 - 07:00:00
Jejak Para Fuqaha #10
Sutomo Abu Nashr, Lc
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc

Jumat, 22 Ramadhan 1441 H / 15-May-2020
00:00 - 17:00:00
Fikih Zakat #6 (Kitab Kifayah al-Akhyar)
Luky Nugroho, Lc
05:00 - 05:30:00
Amil-Muallaf-Budak
Hanif Luthfi, Lc., MA
12:00 - 13:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA
13:00 - 14:00:00
Shalat Hajat & Shalat Taubat
Muhammad Ajib, Lc., MA

Sabtu, 23 Ramadhan 1441 H / 16-May-2020
05:00 - 06:00:00
Praktik Shalat dari Takbir-salam #5
Muhammad Aqil Haidar, Lc
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 7: Istinbath Ahkam (1)
Isnan Ansory, Lc, MA

Ahad, 24 Ramadhan 1441 H / 17-May-2020
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 8: Istinbath Ahkam (2)
Isnan Ansory, Lc, MA
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #7: Perhitungan Waris: Teori dan Praktek
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Senin, 25 Ramadhan 1441 H / 18-May-2020
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 14:00:00
Apa Itu Shalat Mutlaq & Turunannya
Muhammad Ajib, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA
21:00 - 22:00:00
Muamalah Series #4: Perlindungan Islam Terhadap Hak-hak Pelaku Pasar
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Selasa, 26 Ramadhan 1441 H / 19-May-2020
06:00 - 07:00:00
Sejarah Turunnya Al-Quran Sampai Menjadi Mushaf Zaman Sekarang
Ahmad Sarwat, Lc., MA
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 9: Ta`arudh Adillah (1)
Isnan Ansory, Lc, MA

Rabu, 27 Ramadhan 1441 H / 20-May-2020
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA
21:00 - 22:00:00
Faraidh Series #8: Mengenal konsep Aul dan Radd
Muhammad Abdul Wahab, Lc., M.H.

Kamis, 28 Ramadhan 1441 H / 21-May-2020
05:00 - 05:30:00
Sabilillah dan Ibnu Sabil
Hanif Luthfi, Lc., MA
16:30 - 17:30:00
Ushul Fiqih 10: Ta`arudh Adillah (2)
Isnan Ansory, Lc, MA

Jumat, 29 Ramadhan 1441 H / 22-May-2020
09:00 - 10:00:00
Baperan (Bahas Perkara Ramadhan)
Ahmad Zarkasih, Lc
13:00 - 15:00:00
Shalat Ied di Zaman Corona
Muhammad Ajib, Lc., MA
16:00 - 17:00:00
Tafsir Ayat Ahkam
Firman Arifandi, Lc., MA

Sumber Website : https://rumahfiqih.com/live/

Marhaban Yaa Ramadhan by Masjid Al Hidayah Ladang Dalam Tarakan

Marhaban Yaa Ramadhan by Masjid Al Hidayah Ladang Dalam Tarakan - Kajian Islam Tarakan
Marhaban Yaa Ramadhan by Masjid Al Hidayah Ladang Dalam Tarakan

Marhaban Yaa Ramadhan
Segenap Pengurus & Takmir Masjid
Al-Hidayah
Ladang Dalam Pamusian Tarakan
Mengucapkan
Selamat Menunaukan Ibadah Puasa
Ramadhan 1441 H / 2020 M
Semoga Allah SWT Menerima Amal Ibadah Kita

Tetap Jaga Jarak, Pake Masker dan Sering Cuci Tanfan Pakai Sabun
Mari Bersama Putuskan Rantai Penyebaran
COVID-19

Marhaban yaa RAMADHAN,bulan penuh ampunan bulan penuh barokah bulan penuh maghfiroh, meskipun ditengah cobaan pandemi covid-19 mari tetap kita tingkatkan ibadah dibulan yg suci ini,kita maksimalkan kesempatan yg ALLAH berikan kepada kita untuk berjumpa dgn bulan RAMADHAN ini, semoga ALLAH SWT menerima segala amal ibadah kita dibulan suci ini, amiinn,,,,

Jadwal Imsyakiyyah Ramadhan by Masjid Al Hidayah Ladang Dalam Tarakan

Jadwal Imsyakiyyah Ramadhan by Masjid Al Hidayah Ladang Dalam Tarakan - Kajian Islam Tarakan

Sumber FB : Alhidayah Tarakan
23 April pukul 19.25 ·

Pedoman Ibadah Ramahdan dan Idul Fitri 1441 H dan Pembayaran Zakat Dalam Situasi Wabah COVID-19

Pedoman Ibadah Ramahdan dan Idul Fitri 1441 H dan Pembayaran Zakat Dalam Situasi Wabah COVID-19


MAKLUMAT BERSAMA
MAJELIS INDONESIA (MUI) KOTA TARAKAN
DEWAN MASJID INDONESIA (DMI) KOTA TARAKAN
BADAN AMAL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA TARAKAN
TENTANG
PEDOMAN IBADAH RAMAHDAN DAN IDUL FITRI 1441 H / 2020 M DAN PEMBAYARAN ZAKAT DALAM SITUASI WABAH COVID-19

Pedoman Ibadah Ramahdan dan Idul Fitri 1441 H dan Pembayaran Zakat Dalam Situasi Wabah COVID-19 - Tarakan Info

Pedoman Ibadah Ramahdan dan Idul Fitri 1441 H dan Pembayaran Zakat Dalam Situasi Wabah COVID-19 - Tarakan Info

Pedoman Ibadah Ramahdan dan Idul Fitri 1441 H dan Pembayaran Zakat Dalam Situasi Wabah COVID-19 - Tarakan Info

*klik pada gambar untuk melihat lebih jelas

Sumber : WA Group

Doa Kajian

Buku Kajian