Menggapai Lailatur Qadar Kudu Begadang Semalaman? - Kajian Islam Tarakan - Kajian Tarakan

Kajian Islam Tarakan

Kajian Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) Tarakan. Kajian Islam, Kajian Sunnah, Kitab, Fiqih, Tafsir Qur'an oleh Ustadz Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Taman-Taman Surga Kota Tarakan. Informasi dan Dokumentasi Kajian, Pengajian, Ceramah, Tabligh Akbar, Jadwal, Video, Foto, Artikel, Do'a, Buku, Info Pengajian Islam di Masjid Tarakan. Semuanya hanya ada di https://kajian.tarakan.info
@kajiantarakan @tarakandotinfo #kajiantarakan #kajianislamtarakan #kajiansunnahtarakan #kajiankitabtarakan #kajianfiqihtarakan #kajiantafsirtarakan #kajianhadisttarakan #tarakanngaji #tarakanmengaji #masjidtarakan

Menggapai Lailatur Qadar Kudu Begadang Semalaman?

Menggapai Lailatur Qadar Kudu Begadang Semalaman? - Kajian Islam Tarakan
Menggapai Lailatur Qadar Kudu Begadang Semalaman?

Jawabnya tidak harus. Tapi yang penting justru mencarinya di 30 malam semuanya. Ini maksudnya untuk jaminan mendapatkannya.

Soalnya Nabi SAW sendiri tidak menjelaskan kepastian tanggalnya, seolah jadi misteri abadi. Kita kayak diajak main petak umpet atau main tebak-tebakan. Kayak main judi gitu.

Nah, biar tidak gambling dapat lailatul qadar atau tidak, tekniknya ternyata sederhana saja, yaitu jaga di 30 malam. Jangan hanya mengandalkan 10 malam terakhir saja, apalagi cuma mengharapkan yang ganjil doang.

Sebab lailatul qadar itu juga punya banyak hadits lain yang menyebutkan bisa saja jatuhnya malah di malam pertama Ramadhan, 17 Ramadhan, 19 Ramadhan dan lainnya.

So, kita hajar saja 30 malam, masak gak ada yang kena satu pun? Ibarat obat, kita hajar saja pakai antibiotik. Minum sampai habis.

Tapi masak sih 30 malam begadang terus?

Nah, ini jawabannya. Tidak harus begadang juga sih

Menggapai Lailatul Qadar Begadang Semalaman
Imam Al-‘Iraqi (806 H) dalam kitabnya “Thorhu Ats-Tsasrib” (4/161) menuliskan :
لَيْسَ الْمُرَادُ بِقِيَامِ رَمَضَانَ قِيَامُ جَمِيعِ لَيْلِهِ بَلْ يَحْصُلُ ذَلِكَ بِقِيَامٍ يَسِيرٍ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا فِي مُطْلَقِ التَّهَجُّدِ وَبِصَلَاةِ التَّرَاوِيحِ وَرَاءَ الْإِمَامِ كَالْمُعْتَادِ فِي ذَلِكَ وَبِصَلَاةِ الْعِشَاءِ وَالصُّبْحِ فِي جَمَاعَةٍ
Yang dimaksud menghidupkan lailatul-qadr bukanlah begadang sepanjang malam tanpa istirahat. Cukup sebagian kecil malam saja, seperti :
a. Orang yang bangun untuk sholat tahajud dan sebelumnya telah tidur.
b. Shalat tarawih di masjid berjamaah
c. Shalat Isya dan Subuh di masjid berjamaah.
Ahmad Sarwat, Lc.,MA
Ahmad Sarwat (1 Mei 2019 ·) 

Sumber FB : Ahmad Sarwat membagikan sebuah kenangan.
1 Mei 2020 ·


EmoticonEmoticon