Belajar Istiqamah

Belajar Istiqamah - Artikel Kajian Islam Tarakan
BELAJAR ISTIQAMAH

Taushiah: KH. Luthfi Bashori.
Transkrip video: Rizal Affandi

Ada orang bertanya tentang masalah istiqamah, maka istiqamah itu adalah suatu hal yang sangat terhormat dan sangat mulia bahkan dikatakan:

الاستقامة خير من ألف كرامة

“Istiqamah itu lebih baik daripada ada 1000 keramat”.

Adapun keramat itu sendiri atau karamah dalam bahasa Arab, adalah suatu kelebihan yang oleh Allah SWT berikan kepada para wali dan kekasih-kekasih Allah.

Suatu kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada seorang nabi dinamakan mukjizat, sedangkan yang diberikan kepada para wali dinamakan karamah atau dalam bahasa Indonesia adalah keramat.

Orang yang dapat beristiqamah, menurut peribahasa ini:

الاستقامة خير من ألف كرامة

Bahwasannya orang yang mampu beristiqamah dalam banyak hal itu, jauh lebih baik daripada diberi 1000 keramat.

Contoh ada orang yang beristiqamah dalam suatu amalan positif yang ringan, tapi terus-menerus dia lakukan secara kontinyu.

Misalnya ada orang yang berniat untuk setiap hari Jumat akan bersedekah, walaupun tidak banyak, sebut saja Rp 5.000,- tapi terus dia lakukan setiap hari Jumat, dia tidak pernah putus dari sedekah sebanyak Rp 5.000,- karena memang kemampuannya seperti itu.

Karena rutinitas setiap hari Jumat dia bersedekah sebanyak Rp5.000,- tidak pernah berhenti hingga meninggal dunia, maka orang ini dikatakan sebagai orang yang ahli Istiqamah.

Istiqamah itu kalau bisa dalam hal yang besar, kerjakan!

Misalnya ada orang yang istiqamah shalat malam, sebut saja 11 rakaat misalnya, ini sangat bagus kalau memang mampu istiqamah semacam itu, tapi kalau tidak mampu maka dia boleh beristiqamah dalam bidang yang lain, yang tidak begitu berat, tetapi dia dapat menjalankannya.

Siapa orang yang berniat untuk istiqamah, maka Allah SWT akan membantu dirinya, selagi dia benar-benar ada hati yang sengaja dia tegakkan untuk melaksanakan istiqamah.

Karena itu, sebaiknya kita belajar istiqamah dari hal-hal yang kecil-kecil terlebih dahulu, kalau sudah terbiasa dengan hal kecil yang bermanfaat, khususnya dalam bidang ibadah, hingga terlatih, maka barulah ditambah istiqamah dalam jumlah yang bersifat lebih besar atau sesuatu yang lebih bermakna.

Begitulah tata cara para ulama terdahulu, bilamana mereka ingin beristiqamah, dimulai dari hal-hal yang kecil, kemudian terus bertambah amaliah yang baik pada setiap saat.

Maka dari situlah mereka akan mendapatkan hati yang istiqamah dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mudah-mudahan trik-trik dalam melaksanakan istiqamah semacam ini, bisa dimalkan, dan menyebabkan termotifasi menjadi orang-orang ahli istiqamah.

Sumber FB : M Luthfi Bashori
13 Juni 2020· 

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter