Unboxing Kitab Fiqih

Pesan
Unboxing Kitab Fiqih

Unboxing Kitab Fiqih

oleh Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Membedakan level kefahaman dan IPK kalangan pembelajar agama antara yang masih junior dengan yang sudah level advance sebenarnya mudah saja. 

Kalau struktur kalimatnya ketika bertanya masih model 'dalilnya mana' atau ' haditsnya shahih nggak?', mudah sekali dikelompokkan ke level pemula. 

Tapi manakala pertanyaannya 'ada di kitab apa ya?', nah ini jelas unik. Mainnya sudah bukan lagi 'dalilnya mana' atau 'shahih nggak haditsnya', tapi sudah sampai level intermediate bahkan andvance.

Setidaknya dia mengerti bahwa suatu hukum tidak cukup hanya dibahas lewat satu dua cuplikan teks hadits begitu saja. Tapi akan jadi sebuah penelitian panjang yang dilakukan oleh para ahli di bidangnya.

Yang jadi ukuran bukan berhenti sekedar dalilnya mana ataushahih apa nggak haditsnya, tapi ada lusinan variable. 

Lalu para ulama klasik melakukan diskusi internal dengan yang sesama satu Mazhab, juga tidak lupa berdiskusi juga secara eksternal dengan yang berbeda mazhab. 

Diskusi ilmiyah itu amat penting kita telaah, kalau mau tahu bagaimana proses istimbath yang dilakukan oleh para profesional di bidang hukum syariah. 

Yang melakukannya bukan orang kelas ecek-ecek, tapi kelas seniornya senior. Mereka adalah para Mujtahid yang diakui sepanjang zaman. 

Dan hasil-hasil penelitian mereka yang sangat berharga dan unik itu ternyata terdokumentasikan dengan amat baik. 

Rupanya bukan hanya berdiskusi, tapi mereka juga mendokumentasikan analisa-analiss ilmiyah yang mereka temukan.

Kalau di zaman modern ini kita kenal dalam bentuk jurnal ilmiyah, seperti jurnal kedokteran, jurnal fisika, kimia, dan seterusnya.

Nah kalau di masa lalu bentuknya lebih unik lagi, yaitu berupa kitab fiqih yang sedemikian tebal hingga berjilid-jilid. 

Uniknya lagi, jumlahnya bukan hanya puluhan, ratusan akan tetapi ribuan dan puluhan ribu. Semua tersimpan dengan rapi di berbagai perpustakaan di beberapa negara. 

Sebagiannya malah ada di moseum di benua Eropa. Sebabnya karena selama masa kolonialisme dulu, banyak karya ilmiyah para ulama yang mereka amankan dan bawa pulang. Sebab mereka memang amat menghargainya, meski beda keyakinan.

Lucunya justru di tengah umat muslim ini lahirlah the lost generation, generasi yang mengalami missing-link. Generasi yang tercerabut dari akar-akar keilmuwan warisan para ahli dan peneliti di masa lalu. 

Di balik gempita jargon Kembali Kepada Qur'an dan Sunnah, ternyata terselip pesan samar namun amat beracun, yaitu melupakan hasil karya para ulama ahli. 

Itu marak dilakukan sambil mulai mencoba mengarang-ngarang sendiri,juga iseng menafsir-nafsirkan sendiri apa yang ada dalam Quran dan Sunnah.

Padahal kapasitas nya jauh di bawah standar. Bukan pakar, bukan ahli, bukan peneliti dan kepakarannya belum pernah diakui oleh zaman. 

Belum pernah terbukti secara ilmiyah, kecuali baru sekedar klaim sepihak yang tidak pernah mengalami proses pengujian. 

Kelasnya masih kelas narasi penjual obat pinggir jalan yang berteriak-teriak menjelek-jelekkan semua obat, kecuali hanya obat miliknya sendiri. Tujuannya apalagi kalau bukan demi agar dagangannya laris manis. Modusnya memang terbaca jelas.

oOo

Untungnya masa gelap semacam itu tidak berketerusan. Dewasa ini mulai tumbuh kesadaran di berbagai kalangan bahwa berfatwa atau menarik kesimpulan hukum syariah itu tidak cukup hanya bermodal comot sana comot sini dari ayat Qur'an atau hadits. 

Harus ada analisa yang mendalam serta menyeluruh. Dan itu tidak bisa dilakukan oleh mereka yang sekedar mengaku-ngaku sebagai tokoh agama. 

Dan cara yang paling sederhana adalah merujuk kepada pakar yang memang sudah diakui debut dan keahliannya. 

Misalnya, untuk memastikan apakah suatu hadits itu Shahih atau tidak, tentu jalannya panjang sekali dan begitu njelimetnya. 

Nah buat kita yang awam, dari pada tersesat di tengah belantara penelitian itu, mending merujuk saja kepada hasil yang sudah available disusun oleh para pakarnya. 

Mau hadits Shahih? 

Gampang, buka saja kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan kitab-kitab Shahih lainnya. 

Itu kalau sekedar mau tahu keshahihan hadits. Lantas bagaimana caranya untuk mengetahui kesimpulan hukum? 

Jawabnya tentu bukan Shahih Bukhari lagi. Tapi kudu menyimak kajian di bidang istimbath hukum oleh para pakarnya. 

Kitabnya adalah kitab-kitab fiqih yang klasik dan disusun oleh pakar betulan yang diakui sepanjang 14 abad ini. 

Namun sayangnya, sedikit sekali di antara kita yang mengenal kitab-kitab fiqih itu. Sebagiannya benar-benar blank alias kosong blong sama sekali. Tidak paham dan tidak mengerti.

Tapi sebagian lagi perlahan-lahan mulai belajar mengerti. Sedikit demi sedikit mulai mengenal sosok-sosok ulama ahli syariat, para Mujtahid dan para fuqaha. 

Dan ketika bertanya, pertanyaannya mencerminkan kecerdasannya : hukumnya seperti itu, bagaimana analisisnya dan saya bisa baca di kitab apa ya, ustadz?

Yes anak pintar. Begitu dong cara bertanya nya. Kajiannya di kitab apa? Itu pertanyaan yang teramat keren sekali. Mertua langsung berkibar lubang hidungnya. 

oOo

Berangkat dari kegembiraan saya karena melihat perkembangan yang baik, maka saya coba bantu beri beberapa informasi mendasar. 

Saya ingin sekali mengenalkan kepada khalayak terkait literatur dan kitab-kitab fiqih yang menjadi kitab utama di setiap mazhab. 

Tidak perlu terlalu mendalam sekali, tetapi minimal kenal dan sadar keberadaan kitab seperti itu. 

Memang kitab aslinya jarang yang punya. Kalau bukan kiyai yang paling senior sekali, biasanya tidak ada yang punya. 

Kalau pun punya di koleksi maktabah syamilah, nyaris tidak pernah dibedah apalagi dibaca. Toh memang nggak paham juga kitab itu isinya apa.

Maka saya ingin sekali mengajak jamaah untuk melakukan UNBOXING kitab-kitab fiqih rujukan para ulama senior di masing-masing Mazhab. 

Unboxing?

Ya unboxing. Mirip youtuber yang melakukan review suatu produk. 

Tapi saya masih konsentrasi untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Maksudnya biar bisa dibaca berulang-ulang dan bisa juga dijadikan rujukan literatur.

Kalau mau ngintip daftar isinya bisa lihat disini : 

rumahfiqih.com/buku/1/46 

Kalau mau pesan juga bisa langsung hubungi Ustadz Lukman Safri 085-341-771-661

Sumber FB Ustadz : Ahmad Sarwat

21 Juli 2021

©Terima kasih telah membaca kajian sunnah dengan judul "Unboxing Kitab Fiqih". Semoga betah di Kajian Islam Tarakan® Silahkan share atau bagikan kajian islam Unboxing Kitab Fiqih dengan menekan tombol dibawah ini:
SHARE WhatsApp

Kajian Terkait

Posting Komentar

 Kajian Ahlus Sunnah

Memuat...

 Kajian Sunnah

Memuat...

 Kajian Salafi Wahabi

Memuat...

 Doa Kajian

Memuat...